November 04, 2011

Istri Curang Hingga Hamil

Dibawah adalah pertanyaan seorg suami kpd ustaz di Indonesia tentang masalah isterinya berzina dgn lelaki lain hingga hamil. Pernah seorg teman aku bercerita tentang lelaki yg dia kenal melalui chatting, lelaki tersebut mengaku suka mencari mangsa atau menjalin hubungan sulit dgn isteri² org di internet hingga ada yg mengandung tanpa pengetahuan suami mereka. SEBAB? Kalau mengandung tak perlu bertanggungjawab. (Semua gambar adalah hiasan dan tiada kena-mengena dengan kisah ini)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tanya:

Istri saya berjilbab dan rajin sholat,membaca alquran awalnya pernikahan kami yang berjalan 5 tahun baik2 saja hingga kami mempunyai anak perempuan 4 thn, tapi tanpa saya sadari tiap saya keluar kota bekerja istri saya selingkuh/berhubungan intim dengan pria lain dan ini sudah diakui oleh istri dan teman prianya,kejadian mulai bulan desember 2010 hingga februari 2011 sekarang istri saya sedang hamil bukan anak saya,dan saat ini sedang pisah rumah yang ingin saya tanyakan :

1.apakah saya harus menceraikannya mengingat saya masih syg sama istri saya terlebih anak saya yg masih kecil?

2. apa yg harus dilakukan dengan bayi yg ada dikandungannya? karena itu bukan bayi saya,mertua saya minta untuk digugurkan saja

3. Mulai saat ini istri saya sudah serius bertobat dan meminta saya untuk tidak menceraikannya,apakah dosa jika saya memaafkan dan meneruskan pernikahan?

4. jika saya menerima lagi istri saya tapi tidak menerima anak hasil hubungan tersebut,apa yg harus saya lakukan?kembalikan ke bapak biologisnya atau ditaruh ke panti asuhan.

5. kl saya masih menerima istri saya apakah saya termasuk suami yg gagal?saya kurang kontrol karena saya pikir agama istri saya sudah bagus

Mohon pencerahannya ustadz
Terima kasih
Wassalam


Jawab:

Menjaga Keluarga

Menjaga keutuhan keluarga agar senantiasa berada dalam ketaatan kepada Allah Swt. adalah suatu amal shaleh dan membutuhkan perjuangan yang berat.

Allah Swt. berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

Istri Nusyuz

Seorang istri yang tidak taat kepada suami dalam urusan rumah tangga itu termasuk perbuatan nusyuz, dalam hal ini suami harus mengingatkannya dengan cara yang baik, sebagaimana firman Allah Swt.
“Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya , maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya . Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. An-Nisaa’ :34).

Apalagi kalau istri keluar dari rumah kemudian berzina dengan orang lain hingga hamil, perbuatan tersebut termasuk dosa besar dan sangat hina di sisi Allah dan masyarakat. Kesalahan istri dalam hal ini sangat berat karena: Ia melakukan dosa besar yang dilarang dalam Islam. Ia menghianati suami.

Hukuman perbuatan zina bagi orang yang sudah menikah itu sangat berat baik di dunia maupun diakhirat, di dunia ia layak di rajam hingga mati dan di akhirat akan mendapatkan adzab yang pedih.

Tobat Istri

Betapapun besar dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan istri, maka ia wajib bertobat kepada Allah dengan taubat nasuha dengan cara:

Beristighfar dan memohon ampun kepada Allah Swt. atas semua dosa dan kesalahan.
Menyesali perbuatan dosa yang pernah ia lakukan dengan penyesalan yang benar.
Bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa yang pernah ia lakukan.

Allah Swt. akan menerima taubat seorang hamba, betapapun besar dosa dan kesalahan yang ia lakukan.

Selanjutnya ia harus berusaha untuk memperbanyak amal shalih dengan rajin beribadah, infak, membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, taat kepada orang tua, taat pula kepada suaminya sebagai pemberi dan penanggung jawab nafkah terhadap keluarga dll. agar kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya itu bisa dihapus dengan perbuatan baik, Allah Swt. berfirman:

“Dan orang-orang mu’min dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.” (QS. Muhammad: 2).

Menggugurkan Kandungan

Janin yang sudah berumur 120 hari dalam kandungan itu sudah memiliki nyawa, ia hidup dan berkembang di rahim ibunya hingga sempurna fisiknya untuk lahir ke muka bumi. Menggugurkan kandungan itu dosa besar, karena sama dengan membunuh bayi.

Semua bayi yang lahir itu dalam keadaan suci, ia tidak menanggung dosa dan kesalahan orang tuanya. Walaupun ia terlahir dari hubungan haram, maka sesungguhnya orang tuanya yang bersalah dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di dunia maupun akhirat. Betapapun pahit dan hinanya sebuah keluarga menanggung aib dimasyarakat, maka semua itu adalah akibat dari memperturutkan hawa nafsu.

Status Anak Haram

Status anak yang dilahirkan istri dari hubungan di luar nikah adalah anak haram
Anak tersebut dinasabkan kepada ibunya seperi Si A binti Si B dan tidak boleh dinasabkan kepada suami dari istri tersebut.
Bila anak tersebut wanita, maka yang menjadi walinya dalam pernikahan adalah hakim.

Apakah saya dosa?

Perbuatan nusyuz yang dilakukan istri anda adalah dosa yang sangat besar dan bisa mempermalukan keluarga di hadapan masyarakat. Dalam hal ini anda berhak untuk menceraikannya atas semua kesalahan dan dosa besar yang pernah ia perbuat.

Apabila anda tidak menceraikan istri kemudian anda membiarkannya dalam kemaksiatan, maka dalam hal ini anda berdosa besar karena membiarkan istri terjerumus dalam dosa.

Apabila anda merasa istri sudah bertaubat, menyesali semua perbuatannya dan bisa diharapkan menjadi baik dan shalihah, maka anda boleh mempertahankan pernikahan dengan tidak menceraikannya, tetapi anda harus memberi nasehat yang baik kepada istri dan selalu mengingatkan dan membibingnya agar tidak lagi terjerumus ke dalam dosa yang sama.

Adapun anak yang akan lahir dari hubungan haram tersebut bisa dititipkan ke panti asuhan atau pihak lain yang bersedia.

Suami Gagal

Tidak ada istilah gagal bagi suami yang sudah berusaha berjuang menjaga keluarga agar senantiasa berada dalam keshalihan, terpaan ujian dan cobaan dalam rumah tangga selalu ada baik dari istri, anak maupun keluarga. Al-Qur’an sudah memberi contoh Nabi Nuh As. Sebagai seorang Nabi dan Rasul yang shaleh pun memiliki istri yang tidak taat, kemudian istri Nabi Nuh As. Tersebut dijadikan sebagai perumpamaan wanita buruk yang berasal dari keluarga yang baik, Allah Swt. berfirman:

“Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya , maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari Allah; dan dikatakan : “Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk,” (QS. At-Tahrim : 10).

Sikap anda untuk memaafkan istri adalah keputusan besar dan penuh dengan kesabaran. Dalam hal ini anda harus terus berjuang untuk menjaga keluarga agar terhindar dari siksa neraka.

Semoga Allah Swt. memberi hidayah kepada istri anda dan menjadikan keluarga anda sebagai keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.

Wallahu Ta’ala a’lam
Rusli Hasbi

http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/konsultasi-rumah-tangga/istri-selingkuh-hingga-hamil/

4 comments:

Hafiz blueskm said...

Assalam saya diantara mangsa yg isteri curang ketika saya tiada drumah......sekarg ank itu haruskah saya bin kan atas nama saya dan bagaimana saya nk mengelakkan dari ank tersebut dibin kan atas saya dan saya terpinga bagaimana nk dan harus dilakukan tolongla hubungi saya 01110886099

Suzi said...

salam en.hafiz blueskm, maaf lambat reply komen saudara. setahu sy anak tersebut tidak boleh di bin atau di bintikan atas nama saudara. apa yg harus saudara buat ialah rujuk pihak yg arif, para ustaz atau alim-ulama, atau boleh cuba hubungi mahkamah syariah berdekatan utk mendapatkan nasihat dan pengesahan lanjut.

harap saudara baca komen ni, maaf sy x dpt hubungi saudara melalui telefon.

Unknown said...

Asalamualaikum..
Maaf..saya mohd redzuan bin mohd daut..
Isteri saya pernah curang hingga melahirkan anak..ketika dalam status isteri dia juga pernah bertunang..isteri juga pernah menunjukan sikap berani keluar sama orang lain depan saya..sekarang ni saya sudah becerai dengannya talak tiga..isteri saya pernah jumpa hakim..untuk memastikan peceraian saya dan dia..malah mintak nafkah lagi..sedangkan nafkah harus diberi pada isteri yang taat..bukan derhaka..apakah hukumnya..apakah tidak ada hukum pada isteri2 yg berlaku curang hingga melahirkan..dan cuba meletakan nama saya dibelakang nama anak itu..
Saya pernah jatuhkan taklik padanya..sekiranya dia melakukan zina maknanya jatuhnya taklik..tapi dia menafikan perbuatan itu..tapi lelaki yang pernahenjadi tunangan dia mengaku kerap kali melakukan..saya binggung..sampai sekarang saya binggung..apakah yang harus saya lakukan..??

Suzi said...

Salam tn.Unknown, mohon rujuk pada pihak kaunseling / mkhamah syariah dalam hal ini. soal zina dan melahirkan anak luar nikah bukan hal kecil dan remeh-temeh. ini melibatkan hal yg sgt besar, nasab dan dosa besar terhadap Allah SWT. sy cadangkn tuan rujuk pd ustaz² atau yg arif dlm permasalahan ini.