September 04, 2014

Pompeii Bandar Zina yg Musnah Dilaknat Allah

SETIAP tahun pada tarikh 1 Disember, dunia mengadakan solidariti yang dinamanakan HARI AIDS SEDUNIA. Tahukah anda dari mana AIDS pertama ditemukan? Kes AIDS pertama ditemukan di AS pada tahun 1981. Penjajah Eropah kulit putih, Christoper Columbus juga pernah menularkan penyakit kelamin pertama di Benua Eropah, iaitu Penyakit “Raja Singa” atau Sifilis. Hari AIDS sedunia berkempen agar menggunakan KONDOM sebagai jalan penyelesaian menghindari penyakit kronik ini.


Bahkan makin gencar sosialisasi penggunaannya. Astagfirullah.. Seolah² mereka berkata “Silakan berzina asal pakai KONDOM”. Naudzubillahi Mindzaalik. Rasanya aneh apabila peradaban manusia telah membuktikan, kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom tidak dijadikan pelajaran?? Bahkan bukti-bukti sangat nyata sebab kehancuran Negeri Pompeii adalah akibat seks bebas.

Allah Ta’la berfirman ; “Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat” - QS Al-Baqarah [2]:6-7.

Wahai Ummat Rasulullah SAW, bacalah kisah berikut dan jadikanlah pelajaran. Dulu di zaman Romawi pada pemerintahan kaisar Oktavianus, 27 SM - 14 M hiduplah suatu penduduk atau kota yang bernama penduduk kota Pompeii, tepatnya dekat puing kota Napoli dan sekarang berada di wilayah Campania, Itali. Kota itu didirikan sejak abad ke-6 SM oleh orang² Osci, iaitu suatu kelompok masyarakat di Italia Tengah.




Gunung Vesuvius adalah lambang negeri Itali, khususnya kota Naples. Gunung berapi ini juga dikenal sebagai “Gunung Kemalangan”. Dinamakan demikian kerana sebuah kota yang berada di lerengnya pernah bernasib serupa dengan kota Sodom. Kota yang bernama Pompeii ini dihancurkan kerana perilaku menyimpang penduduknya.

Di masa lalu Pompeii adalah kota tujuan wisata bagi masyarakat kelas atas kekaisaran Romawi dan menjadi lambang kemakmuran. Gaya binaan rumah²nya sungguh memukau. Penduduk Pompeii sangat makmur. Sayangnya, bukannya bersyukur kepada Allah atas kemakmuran itu, mereka malah menjadi bangsa berperilaku menyimpang yang berkubang dalam kemaksiatan.

Pompeii sangat tersohor kerana dua hal. Pertama, kota ini memiliki arena pertarungan gladiator kedua terbesar setelah coloseum yang ada di kota Roma. Pertarungan hingga mati ini mereka adakan hanya untuk menghibur kaum kaya. Di tahun² awal sejarah agama Nasrani, oleh kaisar Romawi yang beragama politeisme, arena itu menjadi tempat beradu tenaga sesama orang Nasrani hingga mati.

Kedua, Maksiat yang merebak Di dalam sejarahnya, para penduduk kota Pompeii gemar dan paling nombor satu dalam hal maksiat. Mereka sering melakukan perzinaan di rumah² mereka, di jalan², bahkan hampir setiap rumah adalah rumah pelacuran.

Banyak juga para pendatang dari Yunani dan Venesia yang ‘menikmati’ wanita disana, berhubung kota itu juga menjadi pelabuhan yang aman oleh para pelaut. Ketika itu sangat jarang ditemukan rumah yang benar² berfungsi sebagai rumah yang sebagaimana fungsinya, mereka tak kenal hubungan suami-istri, bagi mereka isteri adalah milik bersama.



Di setiap rumah juga banyak ditemukan patung² berbentuk alat kelamin / organ vital yang merangsang libido kaum pria. Dan juga banyak ditemukan di tembok rumah mereka gambar persetubuhan seorang lelaki dengan wanita, guna memberitahukan bahwa disitu boleh berbuat apa saja sekehendak nafsunya.

Bahkan dikala itu juga banyak bertebaran homoseksual dan lesbian yang merajalela. Suatu pertanda bahwa masyarakat Pompeii adalah masyarakat yang rendah, bahkan lebih rendah dari binatang.

Dibelakang kota itu terdapat gunung berapi yang bernama Gunung Vesuvius yang berarti Gunung Peringatan.

Atas Kuasa-Nya, Allah Ta’Ala menurunkan laknat atas mereka disebabkan perbuatan mereka yang sudah melampaui batas kewajaran lagi kufur terhadapNya. Gunung itu menyemburkan laharnya yang sangat panas tak terkira, padahal Alloh sudah sering peringatkan mereka lewat getaran² kecil (gempa bumi) tapi mereka tetap saja durhaka.

Tepat pada 24 August tahun 79 M, Allah luluh lantahkan penduduk yang durhaka itu dengan batu² yang panas berasal dari Gunung Peringatan tersebut. Tepat pada perayaan Vulcanalia (suatu perayaan untuk menghormati dewa api Romawi).




Ketika letusan terjadi, kota Pompeii memiliki penduduk berjumlah 20.000 orang. Mirip memang dengan peristiwa kaum Luth as (kaum penghuni kota Sodom) yang Alloh luluhlantahkan dengan hujan batu. “Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (cabul/zina) itu sedang kamu memperlihatkan(nya)?” (an Naml : 54)

Setelah kejadian semburan batu panas dari Gunung Vesuvius, maka banyak ditemukan mayat² bergelimpangan, dan banyak pula yang mati sedang melakukan maksiat zina, ada juga yang melakukannya dengan sejenis dan bahkan diketahui ada yang masih muda belia.

Na’udzubiLLahi min dzalik. Bertaubatlah.. Bertaubatlah yang masih penuh dengan lumpur dosa apalagi dosa zina. Cukuplah kisah-kisah terdahulu ini menjadi pelajara untuk kita hari ini. - Sumber : daulahislam.com - sesetengah ayat atau perkataan telah diedit (sedikit saja) oleh puan milokaw ke bahasa melayu. versi asal bahasa Indonesia.

No comments: